|
“Aku tidak tahu kemana Allah akan membawa perahuku berlabuh pada akhirnya, apakah aku masih harus berlayar atau menanggalkan kapal secepatnya. Yang aku tahu, entah dimana pun kelak aku akan berlabuh, hanya ada satu nahkoda yang bisa membawa kapalku pergi, tepat pada arahnya, Sir Randall.” – Myself
I’m Just Extraterrestrial
I always desire a peaceful community, when people don’t hurt the others and the others feel safe. But then I think, “Ahhh that’s barely irrational, else I made some clons of me”. I think it’d be pretty, yet boring. The essence of life itself is to learn, that was why God sent us here. People call it happiness because they know sadness and anger. So, what would it possibly be if life had no sadness and anger? They call it boring, but hey, I call it heaven :) Okay talking about my perspective, I never could understand politics. They hurt people, they backstabbing, they lie, and eventually they’ll say “Hey, that’s the art of it”. Gosh, what kind of art, woman, man? Being here in my course makes me extremely depressed sometimes. I don’t take politics, but law, but it still related each other. I’m way too sensitive, both in anger and kindness. So being here is extremely a suicide plan for me, I’m too weak for that. But one thing, just can’t understand what’s inside people mind when they gonna hurt innocent ones? A guilty pleasure? GAH leave it I’m way too simple for some complexions like that. Sometimes I feel really wrong, like, “Ah this isn’t my place, I should’ve found somewhere else”. Or when it reaches the climax, something echoes my mind like “Boyfriend, please marry me soon. Take me somewhere else where we could find peace”. Muahaha sounds too ridiculous :P Alright then, just another random post. At least I’m so greatful to have such a gorgeous family, sophisticated boyfriend, and amazing best friends, which make me feel peaceful :)
Titans of Earth
Oh, we once were By James Randall
Kisah Seorang Sahabat :)
Kukenal seorang sahabat, seorang yang aku percaya, kelak akan menjadi mujahid di jalan Allah. Aku suka tutur katanya, betapa ia mencintai Islam dan menerangkan kedamaian di dalamnya. Mujahid yang kumaksud disini bukanlah seorang pejuang perang atau penganut paham ekstrem penuh anarki, bukan. Ia adalah orang yang penuh kasih sayang, namun dengan semangat yang selalu berkobar tentang Islam. Ia memang baru berkenalan dengan Islam, ia baru mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW. Namun sungguh, terkadang sebagai seseorang yang sudah lama mengenal Islam dan mencintai Allah SWT serta Rasulullah SAW, aku merasa malu, minder. Usahaku untuk bisa lebih dekat dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW sungguh masih jauh ketimbang dia. Memang sebagai manusia biasa ia masih banyak kekurangan, jauh dari sempurna. Namun terkadang aku berpikir, “Ya Allah jikalau aku ada di posisinya, akankah aku mencintai-Mu dan Rasul-Mu kelak? Akankah aku mengenal Islam dan berpegang teguh padanya seperti yang aku lakukan kini?” Entah, tiada yang tahu. Satu hal yang pasti, sungguh Maha Besar Engkau, Ya Allah telah mengetuk hatinya, membukakan pintu hidayah untuknya. Sebelum aku mengenalnya, sempat aku melihat beberapa video dan membaca artikel mengenai brother Peter Casey atau yang biasa dipanggil Da’wah Addict. Ia memiliki nama Islam yang sama dengan sahabatku satu ini, yaitu Abdul Malik. Di salah satu artikel mengenainya tertulis bahwa ia biasa sholat di tempat umum, seperti contohnya di kedai kopi. Setelah membacanya, aku sempat berpikir, “Ya Allah, sedang aku yang tinggal di belahan bumi dengan mayoritas muslim pun seringkali melalaikan ibadahku, brother ini yang tinggal di belahan bumi dengan minoritas muslim bisa menunaikan ibadahnya dengan baik, tanpa alasan. Sungguh mulianya brother ini. Semoga suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan seseorang seperti brother ini”. Berjuta perasaan syukur tercurah namun tak bisa terucapkan tatkala sang sahabat mengirim pesan di sore hari, tepatnya malam ketika magrib di tempatnya, “Ukhti, doakan saya agar saya dapat memperoleh tempat yang bersih dan sepi untuk beribadah. Disini tidak ada masjid ukhti, terpaksa saya harus mencari tempat terbuka untuk sholat. Semoga Allah SWT memberi kemudahan bagi saya, yah. Amin”. Ketika itu, tiada kata yang bisa keluar dari mulut saya, kecuali sebuah pujian kecil yang saya harap bisa menguatkan dia, “Iya akhi, amin. Saya bangga sekali dengan akhi”. Pernah juga aku kaget dibuatnya, yaitu tatkala dia izin hendak menuju sebuah kajian Islam di pusat kota. Ia berkata padaku sebelum pergi, “Ukhti, saya hendak menuju kota. Disana ada pembelajaran mengenai Islam, ukhti doakan saya ya semoga diberi kemudahan”. Lalu saya menjawab, “Oh iya akhi, semoga diberi kelancaran ya dalam belajarnya, harus fokus dalam memperhatikan materinya”. Ternyata sebelumnya saya salah baca, sang sahabat ini tidak menjadi murid, namun justru sebaliknya. “Oh tidak ukhti, alhamdulillah kali ini saya diberi kepercayaan untuk mengajar. Maka dari itu saya agak grogi, tapi Insya Allah semua akan lancar-lancar saja”. Saat itu juga aku kaget bukan main. Mengajar, bukan diajar? Sedang aku yang sudah sejak kecil belajar Islam tidak pernah sekalipun mengajar atau sekedar membagi ilmuku kepada sesama muslim dan muslimah di suatu forum khusus seperti itu. Bahkan untuk sekedar datang pun, malasnya bukan main. Semakinlah saya merasa kagum dan bangga kepada sang sahabat tersebut. Terkadang saya berpikir, “Ya Allah siapa kiranya saya dapat diberi keberuntungan untuk mengenalnya? Sungguh masih banyak muslimah-muslimah di luar sana yang jauh lebih baik daripada saya, tapi Engkau berikan anugerah ini kepada saya. Sungguh Maha Besar Engkau, Ya Allah”. Terkadang sang sahabat juga bercerita, “Sulit untuk bisa mempertahankan iman di negeri dengan minoritas Islam seperti ini, ya ukhti. Terkadang saya merasa rindu akan hangatnya keislaman di negara-negara dengan mayoritas muslim seperti di negara ukhti. Sungguh ukhti beruntung bisa tinggal di sana, semoga kelak saya juga bisa tinggal di sana. Amin”. Kadangkala ia juga berandai-andai bila keluarganya juga muslim atau paling tidak menerima dengan sepenuhnya keputusannya untuk menjadi muslim, tentulah ia akan sangat bahagia. Lalu saya berpikir, “Terkadang saya lupa dengan anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepadaku Ya Allah, sedang akhi ini dan banyak hamba-hambamu yang lainnya menginginkannya dengan amat sangat. Berikanlah kemudahan dan ketabahan hati bagi mereka Ya Allah dan yakinkanlah mereka bahwa pengorbanan mereka tidak pernah sia-sia. Ingatkanlah pula aku dan hamba-hamba-Mu yang beruntung lainnya untuk selalu bersyukur dan tidak mudah mengeluh, karena sesungguhnya banyak hamba-hamba-Mu di luar sana yang menginginkan kehidupan seperti kami”. Sahabat, sungguh engkau luar biasa. Semoga persahabatan kita ini tidak luntur oleh waktu, namun menjadi sesuatu yang abadi di dunia maupun akhirat nanti. Sungguh aku merindukan sahabat sepertimu dan berharap kelak aku ada untukmu ketika sudah tercapai cita-citamu. Amin. » Untuk sahabat yang luar biasa, J.
Buat yang Kebanyakan Uang: Hedonisme vs Usaha
Anak muda jaman sekarang, ga jauh-jauh dari yang namanya hura-hura, huru-hara, hedonisme. Kenapa ya, mereka ga sempet berpikir untuk membangun istana bisnis sendiri sejak dini? Gue bukan anak bisnis atau ekonomi sih, cuma gue tau betul bahwasannya memulai bisnis sejak kecil bisa menjadi aset yang luar biasa di masa depan. Jikalau gue adalah orang kaya, gue akan menggunakan kekayaan orangtua gue dengan sebaik-baiknya. Ga ga akan menggunakan kekayaan mereka hanya untuk hura-hura semata… Wait, padahal bisa loh memulai usaha sambil hura-hura! Tapi, tanpa huru-hara tentunya! Hehehe… Sebagai pebisnis pemula, bermain aman adalah suatu keharusan. Jangan sampai karena ambisi semata, kita malah kehilangan uang ga keruan. Berikut adalah rekomendasi memulai bisnis sederhana nan aman dari gue. 1. Kos-kosan Mungkin terdengar agak kurang kece, apa banget sih bisnis kos-kosan?! Wey ntar dulu, bagi lo yang kuliah, sekolah, atau kerja di luar kota, bisa banget memulai bisnis ini. Sederhana kok, ada dua option yang bisa dipilih. Kalo uang lo bener-bener udah mumpuni, entah minta sama ortu maupun punya sendiri, gue saranin beli rumah yang sudah steady, dalam artian kokoh, luas, dan nyaman. Pokoknya udah tinggal masuk deh! Keuntungannya adalah lo tidak perlu repot-repot merenovasi ataupun mengeluarkan biaya ekstra untuk memperbaikinya. Rumah yang kokoh (apalagi masih baru), bisa tahan sampai bertahun-tahun hingga perlu diperbaiki lagi. Tapi kalo uang yang lo punya masih pas-pasan, gausah khawatir. Lo bisa memulai bisnis ini dengan membeli rumah yang sederhana, poles sedikit, jadi deh! Keuntungannya, tentu aja murah. Tapi jangan sampai lupa, lo harus siap sedia untuk menyiapkan dana kalau-kalau ada masalah dengan rumah tersebut. Untuk mengakali keadaan rumah yang sederhana tersebut, lo bisa melakukan renovasi sederhana dengan model minimalis yang saat ini sangat digemari dan membutuhkan dana yang tidak terlalu banyak. Setelah itu, hiaslah rumah dengan furnitur yang apik tapi murah. Permainan warna sangat dibutuhkan disini, tapi usahakan jangan terlalu colorful ya, nanti jadinya malah norak! Untuk cewe, warna yang lagi booming banget belakangan adalah tosca, teal, peach, ungu (lavender especially) dan pink juga biru yang ga pernah mati (walaupun warna pink selalu dihina-hina, tetep aja banyak yang suka). Untuk cowo, pilih warna-warna calm yang tetap attractive, seperti segala jenis abu-abu dan segala jenis warna biru (mulai dari light cyan hingga midnight blue, hindari warna aqua karena terlalu mencolok) hingga hijau (harus picky banget ya kalau hijau). Terakhir, jangan lupa pasang internet super cepet! Inti dari menarik perhatian anak muda adalah penampilan yang menarik, harga murah, internet cepet, dan praktis! Jangan sampai lupa! Kenapa gue bilang usaha ini aman? Karena peminat kos-kosan itu selalu tinggi. Biar kata jelek juga tetep aja yang mau nempatin, apalagi kalo bagus. Usaha ini juga ga mengenal kata utang, kalo lo minta pembayaran di muka. Lo hanya butuh seorang pekerja sebagai penjaga kosan yang bertugas untuk membersihkan kosan, bahkan mencucikan baju dan memasakkan anak-anak kosan kalo perlu. Kalo lo punya dana tambahan, bisa juga memperkerjakan suami si mbak penjaga sebagai satpam. Tapi kalo lo ga ada dana, hmmm ya tempatin aja deh kamar yang kosongnya satu. Urusan bersih-bersih dan segala macem, biar aja jadi urusan si penghuni kamar! Dengan memulai usaha ini, lo bisa tetep gaya kok! Siapa sih yang ga bangga punya usaha kos-kosan kece? ;) 2. Investasi Investasi ini bisa dibilang usaha yang paling aman. Bentuk investasi sendiri bisa berupa membeli emas berupa perhiasan maupun balok, juga membeli tanah atau rumah. Kenapa dibilang aman? Ya karena tanpa mengeluarkan dana dan usaha lebih lo bisa dapet keuntungan. Hal ini dikarenakan harga jual emas, tanah, dan rumah yang terus melambung. Khusus untuk rumah dan tanah, carilah di daerah yang strategis atau setidaknya berprospek bagus. Untung-untung kalo dapet rumah atau tanah yang dijual cepat oleh si penjual. Wah, biasanya dijual murah tuh! :P Untuk emas, usahakanlah menyimpannya di tempat yang aman, contohnya di dalam brangkas atau bank. Cara memperoleh keuntungannya adalah dengan menjualnya disaat yang tepat. Pastikan lo selalu memperhatikan keadaan, sehingga di saat yang tepat lo bisa memperoleh harga yang tinggi. Jangan sampai lo menjualnya justru pas harganya turun. Pengawasannya sendiri ga serecet saham, cuma tetap harus diawasi. Sempat terpikir oleh gue bahwa investasi berupa membeli saham itu bagus, tapi sekarang gue tidak menyarankannya sebab dibutuhkan skill khusus untuk bermain saham dan tentunya nyali yang besar serta pengawasan yang ketat. Letak gayanya? Hmm mungkin ga bisa ditunjukkan secara jelas ya, cuma bisa lah kalo lo bawa temen-temen lo jalan-jalan lewat tanah atau rumah lo trus lo pamer “Ahemm… Ini punya gue loh! :P” 3. Laundry Ini apalagi kok laundry, ga kece amat! Bentar-bentar, jangan pandang sebelah mata! Laundry adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Lo hanya butuh tempat dan juga beberapa mesin cuci, air bersih, sabun cuci, setrika, pengharum atau pelembut pakaian, jangan lupa juga satu atau dua orang pekerja. Di bisnis ini tidak ada kata ngutang, yaiyalah, ga ada uang baju ilang. Dengan modal yang tidak terlalu besar, lo bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan dan rutin, asalkan tempatnya strategis dan pelayanannya maksimal. Satu hal, jangan membuka usaha laundry di daerah menengah kebawah atau daerah kos-kosan murah, karena mereka akan lebih cenderung menggunakan uang tersebut untuk makan daripada bayar laundry-an. Simple kan? Kece lagi! Lo ga harus susah-susah nyari tempat cucian dan kalo temen lo mau nyuci, bilang aja “Ahemm, di gue bisa”. 4. Tempat makan Semua orang suka makan, semua orang suka nongkrong, apalagi anak muda! Tapi, ada beberapa yang harus diinget disini. Kekerenan seringkali berbanding terbalik dengan kondisi kantong. Ga semua orang punya duit buat keren-kerenan dan ga semua orang mau makan murah dan ga keren. Untuk memperoleh titik tengah, lo bisa mencoba mencari resep-resep murah nan enak yang disukai semua kalangan. Titik fokus bisa lo tekankan pada atmosfer tempat makan, yang tentunya harus nyaman dan asik. Carilah menu-menu yang harganya berkisar dari Rp 5.000,- hingga Rp 50.000,- untuk makanan dan Rp 0,- hingga Rp 20.000,- untuk minuman. Makanan dengan bahan dasar ayam bisa menjadi pilihan, contohnya pecel ayam, ayam penyet, dan lain-lain. Untuk menu western food, bisa di coba cordon bleu, steak ayam, dan lain-lain. Untuk asian food, bisa di coba capcay, ayam teriyaki, dan lain-lain. Untuk minuman, berbagai variasi teh dan kopi masih menjadi andalan. Jus juga dapat dicoba. Jangan lupa carilah tempat makan yang strategis dan mudah dijangkau. Ga perlu pake chef! Carilah juru masak katering atau ibu-ibu pkk yang hobi masak untuk menghemat biaya. Untuk pekerja, jangan lupa buka lowongan part time untuk para pelajar dan mahasiswa. Keuntungannya tentu lebih murah bayarannya, walaupun ga tetap pekerjaanya. Tapi, sungguh kami pelajar dan mahasiswa SANGAT membutuhkan kerja part time agar bisa cari duit sampingan untuk sekedar nonton konser ataupun beli sepatu converse! Ohya satu hal lagi, jangan lupa sama live music nya! Ga perlu mahal-mahal sih, cari aja musisi jalanan yang bisa main biola atau band anak sekolah dan kuliahan. Ga dibayar pun gue jamin mereka mau hehehe… Tingkat kekecean usaha ini? Wih… Kece sekali tidak terbantahkan! “Eh, dia katanya yang punya kafe di samping kampus ya?” #eaaa… Beberapa usaha lain yang dapat dicoba: 1. Alat tulis kantor + fotokopian 2. Minimarket 3. Buku-buku pelajaran (sekolah dan kuliah) 4. Air isi ulang 5. Kedai makanan dan minuman (stall/ gerobak) 6. Dan lain-lain Dont’s! 1. Usaha pakaian Untuk pebisnis pemula, usaha ini terbilang kurang aman. Lain hal kalo sistem yang digunakan adalah sistem online shop dan pre-order, tapi tetep aja kurang aman. Hal ini dikarenakan banyak pembeli “nakal” yang tidak bertanggung jawab, udah di order eh… taunya ga jadi beli! Alhasil nombok deh, huhu… Untuk usaha pakaian dengan sistem langsung (toko), kerugian bisa didapat kalo bajunya ga laku. Untuk seseorang yang sense of fashion nya tinggi, mungkin bajunya bakal laris semua, tapi bahkan di kondisi seperti itupun jarang sekali. Usaha ini sebenernya bagus, tapi untuk pebisnis yang sudah cukup kaliber dan tau betul selera pasar juga cara me-menage dengan benar. Kalo udah kaliber kayak gitu, sekalian aja design dan bikin bajunya sendiri. Hal ini ditujukan untuk menekan biaya dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap barang jualan (orisinil). Gue lebih menyarankan bagi pebisnis pemula untuk membeli barang-barang super brand, pake aja dulu biar puas. Belinya jangan yang nanggung-nanggung, chanel, yves saint laurent, dolce and gabbana, mango, versace, louis vuitton, dan sebagainya, ntar kalo udah bosen, jual murah deh. Model bisnis begini namanya “ga sengaja jadi bisnis”. Emang sih jarang yang mau beli barang second, tapi kalo secondnya brand begituan? Weleh-weleh siapa yang ga mau?! Tapi, jangan sengaja beli barang buat dijual, maksud gue garage sale gitu, jualnya ya kalo udah bosen aja. 2. Kosmetik dan aksesoris Ga semua orang suka kosmetik dan aksesoris. Perlu diingat bahwa basic dari berbisnis aman adalah memperdagangkan suatu hal yang memang jadi kebutuhan pokok orang banyak, yang kalo orang ga beli atau ga punya rasanya gelisah gimana gitu. Kosmetik dan aksesoris bisa dikatakan merupakan hal yang sekunder cenderung primer. Keduanya sebenernya adalah hal yang bagus, tapi bukan hal yang rutin dibutuhkan orang, sehingga untuk bisa sukses berbisnis hal-hal tersebut dibutuhkan kemampuan marketing dan management yang luar biasa. 3. Franchise Maksud hati usaha jadi mudah, apa daya ternyata malah lama modal baliknya. Sebagian besar franchise memiliki sistem seperti itu, akan susah sekali deh buat muter uangnya. Memang sih gampang dan praktis, cuma untuk pebisnis pemula jangan deh. Lain hal kalo lo udah steady dan bergaji besar, usaha ini cocok karena lo ga punya tekanan atau target menghasilkan uang per bulannya. Tapi untuk pebisnis pemula yang masih kecil atau malah nol pendapatannya, gue sarankan untuk mencari model bisnis yang lain. 4. Bisnis tidak biasa Contoh dari bisnis ini misalkan restoran india, perlengkapan hobi, seprei, dan lain-lain. Kenapa ga aman? Ya jelas karena peminatnya sedikit, modalnya lumayan, jadi muter duitnya lamaaaaaaaaaaa banget. Sifat pasar Indonesia memang mudah berganti sesuai dengan lifestyle yang lagi booming, tapi justru karena mudah berganti tersebut, sekalipun kelak bisnis ini akan digemari sekali, tapi dengan mudah bisa kehilangan penggemar juga. Kalo mau mencari bisnis yang menunjang lifestyle banget, carilah bisnis yang berhubungan dengan hal-hal berbau barat, seperti contohnya donat, kedai kopi, bakery, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan sifat pasar Indonesia yang kebarat-baratan sekali. 5. Bisnis yang gampang diutangin Contoh dari bisnis ini adalah bisnis pulsa ataupun rumah makan sederhana (bukan kafe seperti yang tertera sebelumnya ya, tapi lebih ke warteg). Modalnya memang biasanya kecil, tapi gampang diutangin. Iya kalo bayar masih mending juga, kalo ga dibayar?! Hmm, mending ga usah bisnis sekalian -_- Tapi yang terpenting dari itu semua adalah modal, keseriusan, kerja keras, kepekaan berbisnis, juga doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan restu kedua orangtua. Kalo itu semua ga ada ya, sama aja boong sih. Duh, kalo aja gue punya modal! WAAAAAAAAHHHHHHH ADA YANG MAU MENDANAI?! » This post is inspired by my mom, the best super businesswoman. Ever.
A Chaotic Mind
I was born to survive. Not all people have an honor for this. It’s a blessing for me and also for some insane people. I’d say insane, because sane people would rather to consider it as a suffering. Well we, the insane, view it from different perspective. Maybe it sounds so arrogant, moreover if I replaced the word “insane” into “extraordinary”. We are neither insane nor extraordinary actually, maybe creative, maybe representative, maybe positive, but still we are tentative. We are the same just like the others, the sane, but we pretend to be ok then smile to everyone. It’s a nice play, really. Very nice play. We don’t need to learn acting, that’s our natural talent. It’s not because we are hypocrites, no, and don’t ever dare to say that. Because hypocrites are sinners, and we are not. We just need to manage our emotion, our agony. We are not runaway from the truth, we just think that talking with a stubborn or facing an impossibility is such a time wasting. If we had a mistake, then our only mistake is that, we think we are strong enough to face it alone. We are way too complicated, but we don’t need a psychologist. We’ll reach the “healthy phase” right after we lose our need to survive. It doesn’t mean that we are looking for a time to surrender, we just need to relax our nerves from the nervous tension we get used to. We are ambitious, we love to be the best, we love to prove people that we are sophisticated. We are not arrogant, we just try to hide our flaws. We love to push ourselves to be better, we are not masochists, we are somewhat people call as “People who need recognition”. But I’m done, I’m out. I have found my drug, apparently. I’m no longer in the battle field. You can find me now in the resting place. I’m peaceful :) Even that, having “those experiences” as part of life never be amusing. They bring their “friends” along with them, agonies, physically and mentally indeed. So once you meet someone, who is great or even nearly perfect, trust me, they are not. Because perfectness is actually imperfect, unless God. And if you met someone with fragile body condition, don’t ever judge anything before you ask his or her doctor that would shockingly say, “He (or she) is stress”. All of these complexities may best written simply as one of the line of “Without You” song. You always smile but in your eyes a sorrow show, yes it’s you… |
home ask me submit archive themes |